Siapakah Abu Nida’ ?

Penulis: Syaikh Yahya Al Hajuri hafidhohullah
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ،
Amma ba’d:
Allah Ta’ala telah berfirman,
فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Yang artinya: [Maka bertanyalah kalian ksepada ahludzikr jika kalian tidak mengetahui ] (An Nahl :43)
وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ
[Dan jika datang kepada mereka suatu perkara dari keamanan atau ketakutan mereka menyebarluaskannya dan kalau seandainya mereka kembalikan kepada Rasul dan kepada ulil amri dari mereka, benar-benar akan mengetahuinya orang-orang yang memahaminya dari antara meraka ]. (An Nisa’: 83)
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh saudara–saudara dari Indonesia kepada guru kami Abu Abdurrahman Yahya bin Ali al Hajury semoga Allah senantiasa menjaganya (beliau pengganti pengasuh ma’had Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah sepeninggal beliau, red), yang telah dikatakan kepadanya oleh Guru dan Ayah kami al Muhaddis al ‘Allamah (ahli hadits yang sangat berilmu) Imam dalam ilmu Jarh dan Ta’dil Abu Abdirrahman Muqbil bin Hadi al Wadi’iy semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadaNya dan memasukkannya ke surgaNya yang luas : “Sesungguhnya dia (syekh Yahya) adalah ahli hadits yang faqih (membidangi fiqh) , pemberi nasehat dan amanah, disukai oleh saudara-saudaranya karena apa yang mereka lihat padanya dari keyakinannya yang baik, kecintaannya terhadap sunnah dan kebenciannya terhadap hizbiyyah (kekelompokan) yang bisa merubah (seseorang menjadi jelek), dan dia membantu saudara-saudaranya muslimin dengan fatwa-fatwa yang bersandar pada dalil”.
Maka soal-soal ini dan jawaban syekh Yahya atasnya adalah tepat dengan apa yang telah dijanjikan oleh syekh Muqbil sebelum meninggalnya.
Kami memohon kepada Allah untuk membenarkan jawaban syekh Yahya atas pertanyaan-pertanyaan ini dan menjadikannya dalam timbangan kebaikannya sesungguhnya Dia yang mengurusi itu dan yang Maha Mampu atas yang demikian.
Dan sebelum masuk kepada soal, kami akan menyebutkan sejarah ringkas tentang dakwah salafiyyah di Indonesia.
Seperti diketahui oleh semua bahwa tersebarnya dakwah salafiyyah di Indonesia adalah setelah kedatangan saudara dan guru kami Ja’far bin Umar Tholib -semoga Allah selalu menjaganya- (catatan : Kini dia telah menyimpang dari jalan Ahlussunnah wal Jama’ah dalam beberapa hal, semoga Allah mengembalikannya kepada jalan yang lurus dengan baik, pent) dari (perguruan) Darul Hadits di Dammaj (Yaman), ini adalah dari keutamaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian keutamaan dakwah syekh Muqbil semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu merahmatinya, dan di awal dakwahnya dahulu semua para da’i bersatu dalam satu kalimat tapi tatkala muncul fitnah sururiyyah, berpecahlah salafiyyun. Diantara pembesar da’i Surury disana dalam fitnah ini adalah seorang yang disebut Yusuf bin Utsman Ba’isa, dia adalah direktur pesantren al Irsyad dahulu (Ma’had Al Irsyad, Tengaran, Salatiga, red), dimana dia membela Sayyid Qutb, Salman al Audah, Safar al Hawaly, dan Abdurrahman Abdul Khloliq. Dan sangat disayangkan, sebagian orang yang dulu teman kita telah membelanya, mereka dari yayasan At Turots al Islamiyyah Indonesia dan yang mengepalai mereka adalah Abu Nida’, dia adalah direktur yayasan tersebut dan Abu Ibrohim Sholeh Su’aidi sebagai wakilnya yang sekarang tinggal di (perguruan) Darul Hadits di Ma’rib (Yaman, perguruan syekh Abul Hasan) juga orang-orang yang semacamnya, semakin parah fitnah tersebut dengan kedatangan Abdurrahman Abdul Kholiq di Indonesia di pesantren al Irsyad seperti telah disebutkan, lalu Jum’iyyah Ihya’ Turots -Kuwait- mengirim seorang dari mesir yang bernama Syarif bin Fuad Hazza’, (orang) yang telah ditahdzir (diperingatkan umat darinya) oleh syekh Muqbil dan dianggap sebagai mubtadi’ (ahli bid’ah) oleh syekh Rabi’ semoga Allah menjaga beliau dan menyembuhkannya, maka bertambahlah basah tanah liat (yakni semakin parah) dengan kedatangan orang Mesir ini sampai terjadinya mubahalah (sumpah saling melaknati) antaranya dengan Ja’far Umar Tholib, kemudian terus berlangsunglah fitnah sampai pada hari ini. Sekarang menuju soal-soal. Apa yang akan kami sebutkan dari ucapan dan perbuatan mereka yang menyeleweng, hal itu setelah dicek keberadaan perkataan tersebut dan setelah dinasehati para pelakunya :
Soal ketiga :
Abu Nida dan teman-temannya berkata: “Pada hakekatnya buku-buku ini serta kaset ini adalah pasif (seperti benda mati)”, padahal mereka mengatakannya setelah sampai kepada mereka sebagian buku dan kaset diantaranya:
1. Jama-atun wahidah la jama-at, karya syekh Rabi’
2. Hajrul mubtadi, karya syekh Bakr Abu Zaid
3. Manhaj Ahlussunnah fi Naqdirrijal, karya syekh Rabi’
4. Assiyasah baina firasatil mujtahidin (Madarik Nadhor), karya syekh Abdul Malik Al Jaza-iry
mereka inginkan dengan kata-kata ini agar teman-teman kita dari salafiyyin sibuk dengan berdiskusi dengan mereka dan tidak merasa cukup dengan buku dan kaset tersebut. Maka apa yang antum akan katakan pada ucapan ini dan orang yang mengatankanya.
Jawab :
Saya katakan: Perkataan semacam ini adalah igauan, bagaimana seperti benda-benda mati? apakah kita ambil faedah dari benda-benda mati berbentuk sunnah-sunnah?, apakah kita ambil faedah agama dari batu dan pohon?, inilah benda–benda mati. Akan tetapi kitab-kitab itu?…apakah mereka (Ulama’) mengupayakan kesungguhan mereka yakni menghabiskan waktunya pada sesuatu seperti benda-benda mati? mereka yang menyusun buku, dan menulis, capek dan bergadang hanya karena sesuatu yang tidak dihasilkan dari padanya kecuali seperti benda–benda mati?.
Apa faedahnya kalau begitu? Ini, di dalam ucapan ini -kalau seandainya orang yang bodoh itu berakal, di dalamnya penghinaan terhadap para salafussoleh dan pelecehan terhadap mereka yakni bahwa mereka menyia-nyiakan upaya mereka dan memberikan waktu mereka, waktu mereka yang berharga pada sesuatu yang itu seperti benda-benda mati, seperti benda mati tiada faedahnya hasbunallah mani’mal wakil, buku-buku yang membawa kebaikan untuk manusia, buku-buku ini adalah dakwah kepada Allah, tidak boleh melecehkannya.
Dakwah kepada Allah diatas ilmu dan cahaya, buku-buku ini adalah nasehat untuk kaum muslimin, [ Agama adalah nasehat untuk Allah untuk kitab-Nya untuk RasulNya, untuk para pimpinan kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum] (HR Muslim) buku-buku ini adalah buah hidupnya para Ulama’ cendekiawan dan inti sari hidup mereka. Engkau tidak ambil faedah dari kehidupan para ulama? kamu katakan bahwa ini adalah benda-benda mati, dari apa kalau begitu kamu ambil faedah?, kamu ambil faedah dari igauannya hizbiyyin (para fanatisme golongan).
Ini, seperti kalian ketahui adalah sebagian dari lemparan–lemparan yang mereka lemparkan, dan ungkapan-ungkapan yang diungkapkan hizbiyyun, sebuah kalimat yang dilontarkan oleh hizbiyyuun dan sururiyyun. Dan begitulah, jika engkau debat dia, dia akan mengatakan: Saya tidak niatkan, kita tidak memaksudkan makna itu, tidak saya niatkan, kita tidak memaksudkannya.
Allah berfirman :
وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ
[Katakanlah bahwa kebenaran itu dari Tuhanmu] (Al Kahfi :29)
Allah juga berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
artinya [ Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dan katakanlah kata-kata yang benar , Dia akan memperbaiki amal kalian dan akan mengampuni dosa kalian ] (Al Ahzab : 70-71).
Perkataan ini tidaklah benar, dimana kamu tuduh bahwa buku-buku ini adalah layaknya benda-benda mati dan benda mati itu tidak diambil manfaat darinya, padahal ini mambawa agama, maka engkau (kalau begitu) melecehkannya dan melecehkan pengarang-pengarangnya dari para ulama Ahlussunnah.
Hati-hati! perkataan ini tidak keluar kecuali dari manusia… semoga Allah menunjuki mereka, pada kakekatnya orang ini dari jenis… –saya tidak ragu- dan dengan memuji Allah saya tahu kata-katanya dengan hanya mendengar seperti perkataan ini. Saya tidak ragu bahwa dia dari jenis penebar keraguan, jenis yang bingung, jenis yang bodoh, jenis yang kehilangan tarbiyah yang bagus di tangan didikan Ahlussunnah, jenis… ya, dia tidak terdidik oleh Ahlussunnah- jenis yang telah lewat sebutannya, dari sururiyyah dan semacamnya.
Kalau tidak, maka demi Allah, tidaklah keluar sebuah kitab dari kalangan Ahlussunnah dari seorang alim dari Ulama’ sunnah, kecuali akan merasa senang dengannya seorang sunny karena itu adalah pertolongan dan dia akan mengharap agar adanya seorang sunny/Ahlussunnah yang mengerjakan masalah ini agar menerangkan kepada manusia bahanya kemungkaran itu.
Ini adalah masalah tolong–menolong atas kebaikan dan ketaqwaan sebagaimana Allah perintahkan. Maka ini adalah perkataan yang tidak pantas untuk ditoleh, karena kalimat yang semacam ini, yang bersorak dengannya sururiyyah akan hilang seperti faswatu ‘ajuz. Ya, tidak ada nilainya, ya.
Tambahan penting dari redaksi
Abu Nida’ adalah tokoh yang berada dibalik pendatangan dana Kuwait di wilayah Jogjakarta. Abu Nida’ jarang sekali muncul di permukaan, karena lebih sibuk untuk membuat proporsal, mencari dana, melakukan pencarian lokasi masjid, ponpes baru dst, sehingga seperti dinyatakan para saksi, isi otaknya hanya fulus saja.
Berikut data yang dapat kami dapati sbb :
1. Tercantum dalam situs atturots.or.id yang sudah mati, namanya beserta nama pembesar Majelis Turots Al Islami lainnya, seperti Arif Syarifuddin, Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, Kholid Syamhudi, Lc, Tri Madiyono. Simak di download Center www.salafy.or.id/download.php file atturots.network.zip.
2. Tercantum dalam Download Center www.salafy.or.id/download.php file atturots.network.zip, adanya kerjasama Majelis At Turots Al Islami Jogjakarta dengan Lajnah Al Khairiyah Musytarokah Jum’iyah Ihya’ At Turots Kuwait, yang telah diperingatkan ulama akan bahayanya, juga Haiatul Ighatsah cabang Dammam (yang belakangan dananya juga dinikmati oleh Abdullah Amin, Kediri. Abdullah Amin punya majelis ta’lim di Malang bersama ustadz Sururi lainnya)
3. Atas usaha pengemisan kepada hizbiyyun dengan menjual “proporsal” inilah, Abu Nida’ cs berdirilah Ma’had Jamilurrahman, Islamic Center Bin Baz, Ma’had Imam Bukhari dst. Simak item no 2 diatas. Dan hasilnya, sampai sekarang mulut-mulut pengemis tersebut terkunci ketika ditanya tentang kesesatan JI, Abdurrahman Abdul Kholiq dkk.
4. Tercatat, Abu Nida’ pernah mengisi bersama Yazid Bin Abdul Qodir Jawas, Aunur Rofiq bin Ghufron (PP Al Furqan, Gresik), Mubarok Ba Mu’alim (Ma’had Ali Al Irsyad pimpinan Abdurahman At Tamimi, Surabaya), pada bulan April tahun 2003 di Lampung. Nampak jelas mereka-mereka adalah rekan-rekan Abu Nida’, saling berkaitan dengan antara Al Irsyad, At Turots dan Al Sofwah dan para dainya. Simak artikel khusus kategori Sururiyyah yang lainnya berkenaan dengan Yazid Jawwas, Aunur Rafiq Gufron.
5. Abu Nida’ hadir dalam acara di Ma’had Ali Al-Irsyad Al-Islamiyah Surabaya, pada tahun February 2001, di markas Abdurahman at Tamimi berdialog dengan Syaikh Ali Hasan. Nampak jelas keterkaitan Abu Nida’ dengan Ma’had Ali Al Irsyad Surabaya dan da’i-da’i yang bersama mereka.
Berikut Link-link yang berkaitan dengan Abu Nida’ dan jaringannya di Jogjakarta.
At Turots – Al Sofwah link
Lembaga Pemberdayaan Ummat Al Kahfy, Gg Mulwo, Jogjakarta
Acara “10 Kebiasaan Muslim yang sukses”, 10 Oktober 2004 di Masjid Pogung Raya Jogjakarta. Ainul Haris, Lc, Mag (Direktur Yayasan Nidaul Fithrah, Surabaya), Jon Hariadi, Mag (Ketua Lajnah Dakwah Yayasan Nida’ul Fitrah, Surabaya), Nur Ahmad Setiawan, ST, MT (Kajur D3 Teknik Elektro UGM) lpu_alkahfy@yahoo.com.
Ciri khas penarik masa : Gratis snack, makalah, voucher belanja 30-35% di toko buku Sarana Hidayah, Media Dakwah.
Acara SIIP Studi Islam Intensi Pemula 15 September – 14 Oktober 2004 di Masjid Kampus UGM. Pengajar Arif Syarifuddin Lc, Kholid Syamhudi, Lc, Muhammad Qoshim, Lc (pengajar Ma’had Ali al Irsyad, Tengaran, Salatiga pimpinan Yusuf Utsman Ba’isa - menurut data lama), Ali Saman, Lc, Abu Mush’ab, Abu Sa’ad, Abu Isa, Noor Ahmad ST, MT, Aris Munandar Ss (kader L-Data Jakarta cabang Jogjakarta yakni PP Taruna Al Qur’an. Simak Tambahan Penting Redaksi di artikel Syaikh Yahya - Siapakah Yazid Jawwas http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=659), Sa’id. Penyelenggara : FKIM (Forum Kajian Islam Mahasiswa antar bidang SKI di UGM, sekretariat Wisma MPR Jl. Pogung Raya)
Link & Supporter :
Toko Ihya’ – Afifi Abdul Wadud (pendaftaran SIIP)
Toko Sarana Hidayah – UGM (pendaftaran SIIP) (Keterangan: Toko ini berjualan buku-buku Sampah Abu Bakar Ba’asyir, Yusuf Qardlawi, Aidh Al Qarni, Sayyid Quthub, VCD gambar perempuan Irene Handono dll. Berarti mereka ta’awun dalam perkara dosa dan permusuhan).
Pustaka Ukhuwah, Cemani, Solo
LBIA Al Atsary – Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary, Jogjakarta. Wisma MTI (Misfallah Thollabul Ilmi) Pogung Kidul, Mlati Sleman. (Keterangan : Wisma ini adalah tempat kaderisasi sururi ikhwani cabang Jogjakarta dari L-Data pusat Jakarta (aldakwah.org) yang dai-dainya diantaranya Aris Munandar, Ulin Nuha dkk, mereka sering diundang oleh orang-orang MTI/LBIA Al Atsary. Salah satu kader L-Data Yogyakarta, yang sering berhubungan dengan orang-orang LBIA Al Atsary/MTI, yang getol sekali menyeru pada dakwah Abu Nida’ cs, yakni Waluyo Sejati (S1 TE UGM), dia terang-terangan membela At Turots dan menyatakan merasa lemah dan kurang percaya diri tanpa at Turots.)
Majalah Elfata, Jl Slamet Riyadi, Kartosuro, Solo
Media Sunnah FM, Jl Purwodadi, Karanganyar
Ciri khas penarik masa : Makan Siang, Kuis berhadiah, Voucher belanja, CD Gratis
Acara : Sikap Muslim yang benar dalam bermuammalah dengan Pemerintah, 29 Agustus 2004. Pengajar Anas Burhanuddin bin Musta’in Ahmad, Lc (Sekretaris Forum Silaturahmai Pelajar Indonesia, Arab Saudi), Abu Abdil Muhsin Firanda (Sorong). Tempat Masjid Jami’ IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta. Penyelenggara : Ma’had Imam Syafi’I Jogjakarta & LBIA Al Atsary.
Link & Supporter :
CV Mubarak Teknik, Jl Adisuycipto, Jogjakarta
Majalah As Sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo
Acara : Ma’had MPR Gelombang ke 2. Tempat Masjid Pogung Raya. Pengajar Afifi Abdul Wadud, Ridwan Hamidi, Lc (ini orang yang tidak jelas Manhajnya, dia juga pengajar PP Taruna Al Qur’an alias L-Data cabang Jogjakarta), Ulin Nuha (Pengajar Pondok Taruna Al Qur’an), Abu Abdurrahman (pengajar pondok Al Madinah). Pendaftaran /Penyelenggara : Wisma Multazim, MPR.
Acara: Kajian Rutin, Kitab Tauhid. Hari Selasa rutin. Pengajar Abu Isa (pengajar Jamilurrahman, Bantul). Tempat : Mushlla Teknik UGM. Penyelenggara : SKI Al Hadid, Teknik Sipil UGM.
Acara : Syarh al Ushulus Sittah. Rutin Ahad Pagi. Pengajar Abu Abdirrahman Abdullah Amin. Penyelenggara Masjid Istiqomah, Karanggayam, Majelis Ta’lim Al Hikmah Karang Gayam, Jogjakarta. Abdullah Amin masih berhubungan dengan Sururi Malang, salah satunya Abdullah Hadrami dan punya majelis bersama mereka di masjid As Salam, Malang.
Acara : Kajian Islam Intensif. Tgl 17 – 26 September 2004. Pengajar Ibnu Yunus Makassar. Penyelenggara Majelis Ta’lim Al Hikmah, Karang Gayam, Jogjakarta. (Ibnu Yunus mengajar halaqah yang juga diajar oleh Abdullah Amin, Kediri. Sementara Abdullah Amin masih berhubungan dengan Turotsi Malang, Abdullah Hadromi)
Link & Supporter : Kampong Akherat, desain cetak-cetak.
Acara: Daurah Diniyyah, menyongsong era Kebangkitan Ummat. Tgl 21-22 Januari 2004. Pengajar Khalid Syamhudi Lc (alumni Universitas Islam Madinah, fakultas Hadits, Mudir Ma’had Ibnu Abbas, Solo), Arif Syarifuddin Lc (alumni Universitas Islam Madinah, fakultas Hadits, Mudir Islamic Center Bin Baz, Jogjakarta). Tempat: Masjid Jami’ IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta. Penyelenggara : Wisma Imam Asy Syafi’I Jogjakarta.
Link & Supporter :
Toko muslim Ihya (Afifi Abdul Wadud), toko Sarana Hidayah, Karang Asem, Jogjakarta.
Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Karanggayam, Bantul.
Majalah Nikah, Sukoharjo, Solo
Majalah Elfata, Jl. Slamet Riyadi, Solo
Ciri khas penarik masa : Gratis buku dan majalah untuk 100 peserta perama, voucher belanja 30-35% di Toko Sarana Hidayah.
Acara : Kassalam, kajian Sabtu Sore sampai Malam.Tgl 24 April 2004. Masjid MPR. Pengajar Abu Ali, Afifi Abdul Wadud, Aris Munandar, Ss.
Ciri khas penarik masa : Gratis bulletin Alif terbaru bagi 100 pendatang pertama.
Link & Supporter :
KMDT (Keluarga Muslim Diploma Teknik Mesin) UGM
Biasiswa (Bimbingan Agama Islam Mahasiswa) Teknik UGM
Forum Mahasiswa Muslim Pogung (FM2P) Jogjakarta
Unit Kerohanian Al Mustaqim, Teknik Kimia UGM
SKI Al Hadid Teknik Sipil UGM
Acara : Kajian Umum Tazkiyatun Nafs. Tgl 18 April 2004. Pengajar Abu Umar Basyr. Pondok Jamilurrahman, Sawo, Wirokerten, Bantul. Penyelenggara : Halaqoh Keluarga Salafiyyin Jogjakarta.
Link & Supporter :
Air Minum kemasan “Ummat”
Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul
Minyak Wangi Ar Raihan, Komplek Jamilurrahman, Bantul
Toko Ihya – Karang Bendo, Jogjakarta
Majalah As Sunnah, Jl Solo-Purwodadi, Solo
Salam Group
Acara : Daurah Kitab. Tgl 23 Juni – 4 Juli 2004. Pengajar Abu Isa (pengajar PP Jamilurrahman, Bantul), Kholid Syamhdui, Lc, Noor Ahmad ST MT, Aris Munandar, Muhammad Qoshim, Lc, Abu Sa’ad. Tempat Masjid Pogung Raya. Penyelenggara : Lembaga Bimbingan Al Atsary Jogjakarta.
Ciri khas penarik masa : Majalah gratis untuk 200 pendaftar, snack dan minum, voucher belanja.
Link & Supporter :
Toko Buku Pustaka Ukhuwah, Cemani, Solo
Toko Muslim Ihya, Karang Bendo, Jogjakarta
Toko Sarana Hidayah, Karang Asem, Jogjakarta
Majalah Nikah, Jl Veteran, Solo.
Majalah Assunnah, Jl Solo-Purwodadi, Solo
Dinuna Agency (Komplek masjid Istiqomah, Karang Gayam)
Masjid As Salam, Tawang Sari (Rabu, Sabtu), Jogjakarta
Acara : Daurah Muslim Muslimah Dasar. Tgl 6 – 13 Juli 2003/ Pengajar Abdul Hakim bin Amir Abdat (Penelaah Hadits, Jakarta), Kholid Syamhudi (pengajar Imam Bukhari, Solo), Arif Syarifuddin, Lc (Mudir Bin Baz, Jogjakarta), Abu Isa, Abu Sa’ad, Lc (pengajar Ma’had Jamilurahman Bantul), Muhammad Subhan, Lc, Afifi Abdul Wadud, Mujahid, Abu Ali (Jogjakarta), Muhammad Wujud, Lc (Magelang). Masjid Pogung Raya, Masjid Siswa Graha, Pogung Kidul, Jogjakarta.
Ciri khas penarik masa : Matan kitab, Snack gratis.
Link & Supporter :
Toko Muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakara
Kajian Putri Masjid As Salam, Tawang Sari , Jogjakarta (Rabu dan Sabtu)
Acara : Bedah Buku Intensif 2004. Tgl 25 Januari – 8 Februari 2004. Pengajar Muhammad Qosim, Lc (pengajar Ma’had Ali Al Irsyad Al Islami Tengaran, rekan Yusuf Ba’isa), Muhammad Wujud, Lc, Kholid Syamhudi, Lc, Arif Syarifuddin, Lc, Ali Saman, Lc, Nasirudin, Lc, Ramlan, Lc, Abu Sa’ad, Mujahid, Abu Isa. Penyelenggara: LBIA Al Atsary, pondok Mahasiswa Misfallah Tholabul ‘Ilmi, Pogung Kidul, Jogjakarta.
Link :
Toko Buku Sarana Hidayah Karangaem, Jogjakarta
Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta
Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul
Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo
Masjid Al Ashri
Masjid As Salam
Masjid Siswa Graha
Masjid Pogung Dalangan
Masjid Pogung Raya
Acara : Daurah Sehari, nasihat para Ulama dalam menghadapi fitnah. Pengajar Abu Qotadah (yang mengaku murid syaikh Muqbil, padahal Syaikh Yahya tidak mencantumkan lagi namanya sebagai da’i yang dipercaya di Thobaqatnya, padahal Syaikh Yahya al Hajuri adalah pengganti Syaikh Muqbil bin Haadi rahimahullah mengenalnya juga), Muhammad Qosim, Lc (Alumnus Universitas Islam Madinah), Rifqan Ahlassunnah bi Ahli sunnah. Tgl 21 Maret 2004. Tempat : Pondok Jamilurrahman, Bantul. Penyelenggara : Halaqah Keluarga Salafiyyin Jogjakarta.
Link & Supporter :
Toko Buku Sarana Hidayah Karangaem, Jogjakarta
Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta
Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul
Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo
Salam Group
Minyak Wangi Ar Raihan, Komplek Jamilurrahman, Bantul
Air Minum kemasan “Ummat”
Acara : Kajian Umum Jum’at Pagi. Pengajar Aris Munandar Ss (Penerjemah, Pengasuh Kajian Islam Radio Taruna Al Qur’an). Masjid Pogung Raya 25 Juni 2004. Penyelenggara : Maktabah MPR, Forum Mahasiswa Muslim Pogung (FM2P), Jogjakarta.
Acara : Kajian Umum. Pengajar Aris Munandar (staf pengajar Ma’had Taruna Al Qur’an). Tgl 31 Juli, 4 & 5 Agustus, 11 Agustus 2004). Musholla Teknik FT UGM. Penyelenggara : SKI Al Hadid, JTS FT UGM.
Acara : Kajian Rutin. Tgl 23 Juli 2004. Pengajar Aris Munandar Ss (Penerjemah, Pengasuh Kajian Islam Radio Taruna Al Qur’an). Penyelenggara : Maktabah MPR.
Acara : Bedah buku Bengkel Akhlaq. Tgl 26 September 2004. Pengajar Fariq Ghasim Anuz (penulis buku Bengkel Akhlaq). Ma’had Jamilurrahman as Salafy, bantul. Diselenggarakan oleh Halaqah Keluarga Salafiyyin Jogjakarta, LBIA Al Atsary, Jogjakarta.
Link:
Toko muslim Ihya’, Karang Bendo, Jogjakarta
Majalah Fatawa, Islamic Center Bin Baz, Bantul
Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo
Minyak Wangi Ar Raihan, Komplek Jamilurrahman, Bantul
Da’im Donuts
Acara : Mengingat Kematian. Tgl 13 September 2004. Pengajar Abu Haidar (Mudir yayasan Ihya us Sunnah, Bandung). Masjid Al Karim, Kartosuro, Solo. Diselenggarakan oleh Ta’mir Masjid Al Karim, Forum Kajian Islam Al Atsary Surakarta.
Link:
Majalah Nikah, Sukoharjo, Solo
Majalah As sunnah, Jl. Solo-Purwodadi, Solo
Majalah Elfata, Jl. Slamet Riyadi, Solo
Pustaka Sahabat, Jl Kebangkitan Nasional, Solo.
Acara : Tetap Isiqomah Menghadapi Kuliah. Pengajar Noor Akhmad Setiawan, ST MT (dosen sekaligus Ketua Jurusan D3 Teknik Elektro, UGM). Tgl 9 September 2004. Masjid Kampus UGM. Diselengggaran oleh :Forum Kajian Islam Mahasiswa (Forum kerjasama antara bidang-bidang SKI di UGM), Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary, Jogjakarta.
Ciri khas penarik masa : Gratis snack, dll.
Acara : Program Bahasa Arab Intensif 1 tahun angkatan ke 4. L-Data (Lembaga Dakwah dan Taklim). Markas L-Data : Kompleks PP Taruna Al Qur’an, Ngaglik, Sleman.
Acara : Kajian Umum Selasa. Tgl 17 Mei 2004 – 11 Oktober 2004. Pengajar Aris Munandar, Cahyadi Takariawan (IM), Muhammad Jazir Asp (IM), Pujihartono, Irfan S Awwas (MMI), Didik Hariyanto, Muhammad Fauzil Adhim (IM). Masjid Jogokariyan, Jogjakarta. Penyelenggara : Takmir Masjid Jogokariyan & Divisi Dakwah PP Taruna Al Qur’an, FSRMY.
Ciri khas penarik masa : Gratis makan malam
Link:
Pro U Cetak-cetak, Jogokariyan, Jogjakarta
PP Taruna Al Qur’an, Jogjakarta
FSRMY
Acara : Daurah Dua Hari. Tgl 14-15 Agustus 2004. Pengajar Abdullah Taslim Lc (Mahasiswa s2 Univ. Islam, Madinah, KSA. Keterangan : Tidak jelas manhajnya, Firanda (Eks. Mhs Teknik Kimia, UGM, Mahasiswa s1 Univ. Islam Madinah, KSA) Aris Munandar, Ss (pengajar Taruna Al Qur’an). Lokasi di Ma’had Jamilurrahman, Bantul. Penyelenggara : Halaqah Keluarga Salafiyyin Jogja, Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary (LBIA), Ma’had Imam Syafi’i , Yogyakarta, Lembaga Dakwah Ahlu Sunnah Mahasiswa Jogjakarta Wisma Misfallah Tholabul Ilmi, Pogung Kidul, Sleman.
Acara : Kajian Khusus Muslimah. Hari Senin dan Jum’at. Pengajar Abu Sa’ad dan Abu Isa. Lokasi di masjid Al Hasanah, Utara Mirota Kampus. Penyelenggara : Ma’had al Ilmi, Lembaga Bimbingan Islam Al Atsary (LBIA) alamat Wisma Misfallah Tholabul Ilmi, Pogung Kidul, Sleman.
Kesimpulan :
1. Abu Nida’ dkk kental dengan orang-orang Ikhwaniyyun, Sururiyyun, Quthubiyyun
2. Waspadai tempat-tempat pada waktu-waktunya seperti disebutkan diatas.
3. Waspadai nama-nama pengisi ta’lim yang terkait jaringan At Turots/L-Data/Al Sofwah berikut : seperti Abdullah Amin, Abu Ahmad, Abu Abdurrahman, Abu Ali, Abu Haidar, Abu Mush’ab, Adi Faishal, Lc, Abu Isa, Abu Qotadah, Afifi Abdul Wadud, Ali Saman, Lc, Aris Munandar Ss, Abu Nida’ Chomsaha Sofwan, Anas Burhanuddin bin Musta’in Ahmad, Lc, Abdullah Taslim, Lc , Arifin, Lc, Alwy Lc, Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, Arif Syarifuddin, Lc, Ainul Haris, Lc, Mag, Abu Umar Basyr, Lc, Aunur Rofiq bin Ghufron (PP Al Furqan, Gresik), Abu Abdil Muhsin Firanda, Fariq Ghasim Anuz, Jon Hariadi, Kholid Syamhudi, Lc, Mubarok Ba Mu’alim (Ma’had Ali Al Irsyad pimpinan Abdurahman At Tamimi, Surabaya), Muhammad Subhan, Lc, Muhammad Qoshim, Lc, Muhammad Wujud, Nur Ahmad Setiawan, ST, MT, Tri Madiyono, Ulin Nuha, Waluyo Sejati, Ridwan Hamidi, Lc, Mujahid, Yazid Bin Abdul Qodir Jawas, Yusuf Utsman Ba’isa.
(Direkam dalam kaset yang dibawa oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani, pengasuh PP Al Anshor Jogjakarta, beliau yang menanyakan kepada Syaikh Yahya Al Hajuri, Yaman saat belajar disana. Diterjemahkan secara ringkas oleh ustadz Qomar Su’aidi, Lc, dengan edit tanda baca, teks Al Quran, tambahan keterangan (red) oleh tim Salafy.or.id)

