Hizbiyah adalah mereka merupakan firqoh atau golongan yang dalam manhaj dakwah maupun aqidah tidak sesuai dengan manhaj Salafish Sholih
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albany berkata :
Golongan atau kelompok atau perkumpulan atau jama’ah apa saja dari perkumpulan Islamiyyah, selama mereka semua tidak berdiri di atas kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam serta di atas manhaj (jalan/cara) Salafush Sholih, maka di (golongan itu) berada dalam kesesatan yang nyata!!! Tidak diragukan lagi bahwasanya golongan (hizb) apa saja yang tidak berada di atas tiga dasar ibi (Al Qur’an, Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam dan manhaj Salafush Shalih) maka akan berakibat atau membawa kerugian pada akhirnya walaupun mereka itu (dalam dakwahnya) ikhlas.“
dalil darinya adalah firman Allah subhanahuwata’ala :
وَمَنْ يُشَاقِقِ الّرَسُول مِنْ بَعْدِ مَاتَبَيَّن لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِع غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤمِنِينَ نُوَلِّهِ مَاتَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (النساء : ١١٥)
“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan selain jalannya orang-orang mukmin, Kami palingkan dia kemada dia berpaling dan Kami masukkan ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”, (An Nisa’ : 115)
Firman Allah subhanahu wata’ala (الْمُؤْمِنِين سَبِلِ غَيْرَ وَيَتَّبِعْ ) “Dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin” dihubungkan dengan firman Allah (الّرَسُولَ يُشَاقِقِ وَمَنْ ) “Dan barang siapa yang menentang Rasul”. Maka seandainya ayat ini berbunyi :
وَمَنْ يُشَاقِقِ الّرَسُول مِنْ بَعْدِ مَاتَبَيَّن لَهُ الْهُدَى…..
نُوَلِّهِ مَاتَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (النساء : ١١٥)
Yakni tanpa firman Allah subhanahu wata’ala : (الْمُؤْمِنِين سَبِلِ غَيْرَ وَيَتَّبِعْ ) niscaya ayat ini menunjukkan kebenaran dakwah golongan-golongan dari kelompok tadi baik yang di jaman dahulu maupun yang sekarang ini, karena mereka mengatakan kami di atas Kitab dan Sunnah. Walaupun dalam pengamalannya sebenarnya mereka tidak berpegang teguh terhadap Kitab dan Sunnah.
mengikuti manhaj Salafush Shalih merupakan tolak ukur suatu kelompok itu apakah merupakan kelompok yang selamat ataupun sesat. begitupula dalam manhaj dakwah, banyak sekali kelompok dakwah Islamiyyah yang tidak mencontoh manhaj dakwahnya para Nabi dan Salafush Shalih.
Adapun manhaj dakwah para nabi dan juga Salafush Shalih adalah mereka memulai dakwahnya dengan pemurnian tauhid dan pembasmian kesyirikan juga jalan-jalan menuju kesyirikan.
Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan
Sejumlah jama’ah dakwah yang ada pada masa kini, merupakan contoh yang sangat memprihatinkan. Mereka sengaja membuat khittah perjuangan sebagai manhaj dakwahnya, sedangkan manhaj itu bertentangan dengan manhaj para Rasul. Manhaj dakwah mereka lalai akan seruan yang sangat prinsip, kecuali hanya sedikit, yaitu seruan penegakkan aqidah. Mereka justru berkutat habis dalam memperjuangkan masalah lainnya. Adakalanya menyeru kepada perbaikan sistem pemerintahan, politik dan tuntutan tegaknya hukum dan pelaksanaan syariat dalam memutuskan perkara yang timbul di antara manusia.
Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali berkata :
Sangat disayangkan sekali, banyak kelompok yang bergerak di dunia, tetapi beginilah keadaannya; tidak mengajak kepada tauhid, tidak membasmi syirik dan tidak membasmi jalan-jalan menuju kesyirikan. Mereka terus berjalan dengan melewati beberapa kurun dan generasi tetap dengan dakwah seperti ini. Tidak mau berbicara tentang tauhid, memerangi kesyirikan dan tidak membolehkan bagi para pengikutnya untuk melaksanakan kewajiban ini. Ini adalah suatu hal yang telah diketahui di kalangan mereka.
Maka kita meminta kepada mereka agar kembali kepada Allah dan mempelajari manhaj dakwah para nabi, mereka juga jama’ah yang lainnya.
Mengapa demikian wahai saudara-saudara? Karena kalau ada yang berdakwah mengajak kepada shalat, orang akan berkata: Silahkan! Tidak ada yang melarang, mereka tidak akan khawatir. Akan tetapi coba kalau mengatakan: Berdo’a kepada selain Allah adalah perbuatan syirik! Membangun kuburan haram hukumnya! Menyembelih untuk selain Allah adalah syirik! Maka mereka akan marah.
Ada seorang pemuda yang berkhuthbah di suatu masjid tentang persatuan, akhlak, perekonomian, dekadensi moral, dan yang lainnya. Orang-orang semuanya, masya Allah, berkumpul dan mendengarkannya. Kita katakan kepadanya: Ya akhi… jazakallahu khairan, khuthbah anda sangat baik, tetapi orang-orang yang ada di hadapanmu ini tidak mengenal tentang tauhid, mereka terjatuh dalam kesyirikan dan bid’ah, maka terangkan kepada mereka tentang manhaj dakwah para Nabi ‘alaihimush shalatu was salam! Maka ketika dia mulai berbicara, merekapun mulai bersungguh-sungguh. Ketika dia terus berbicara, merekapun semakin jengkel. Maka ketika yang ketiga kalinya ada sekelompok orang yang ada di masjid bangkit dan memukulinya! Maka dia datang kepadaku sambil menangis. Dia berkata: Aku habis bertengkar dengan mereka, mereka memukuliku! Maka aku katakan kepadanya: Sekarang engkau telah berjalan di atas manhaj dakwah para Nabi. Kalau engkau tetap seperti dulu bertahun-tahun, engkau tidak akan berselisih dengan seorangpun. Dari sinilah kelompok yang ada ini bergerak, mereka memerangi bagian ini. Nabi bersabda:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلاَءً الأَنْبِيَاء ثُمَّ اْلأّمْثَل فَاْلأَمْثَل
“Seberat-berat manusia diberi cobaan adalah para Nabi, kemudian yang selanjutnya dan kemudian yang selanjutnya.”
Karena mereka menghadapi berbagai gangguan yang hanya Allah yang tahu tentang kerasnya gangguan itu ketika mereka berdakwah kepada tauhid dan membasmi kesyirikan. Dari sinilah para da’i yang mengajak kepada tauhid dan membasmi syirik malah disakiti. Kalau dakwah Ikhwan dan Tabligh disenangi manusia karena meremehkan sisi ini. Tapi kalau aku berkhuthbah di masjid seperti ini, sedikit sekali yang mau mendengarku dan menerima dakwahku, kecuali orang-orang yang dikehendaki Allah. Kalau aku berdakwah mengajak shalat, mereka akan berkata: silahkan. Tapi kalau aku berdakwah untuk bertauhid dan memerangi kesyirikan, semuanya akan lari dan merasa asing. Inilah dakwah para Nabi.
Inilah dasarnya mengapa mereka menjadi manusia yang paling banyak ganngguannya. Sekarang para salafiyyun, para da’i kepada tauhid keadaan mereka dikaburkan oleh manusia. Karena banyaknya fitnah, kebohongan-kebohongan dan tuduhan dusta yang ditujukan kepada mereka. Mengapa? Karena mereka mengajak untuk mentauhidkan Allah!
sekarang kami akan memaparkan beberapa sempalan-sempalan dalam Islam yang muncul dari awal berkembangnya Islam sampai sekarang antara lain :
- KHAWARIJ
- SYI’AH
- MU’TAJILAH
- JAHMIYAH
- MURJI’AH
- ASY’ARIYAH
- SUFISME
- SYIRURIYYAH
- AHMADIYAH
- IKHWANUL MUSLIMIN
- HIZBUT TAHRIR
- JAMA’AH TABLIG
- DAN LAIN-LAIN

